Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Dandim 0205/TK Letkol Kav Yuli Eko Hardianto, Kapolres AKBP Yustinus Setyo Indriono secara simbolis menyerahkan bantuan dari Forkopimda Sumut.(Andalas/robert tarigan)

Kabanjahe-andalas Sungguh terasa berat beban yang dipikul masyarakat Kabupaten Karo, khususnya di lingkar Sinabung menghadapi dua bencana sekaligus secara bersamaan, baik bencana alam erupsi vulkanik Gunung Sinabung maupun bencana non alam Pandemi Covid-19.

Untuk itu, menggelorakan semangat optimisme dan memberikan dukungan kepada yang membutuhkan sesuai kearifan lokal sangat penting menjadi perhatian semua pihak. Rasa solidaritas yang tinggi, saling peduli dan saling membantu menjadi energi positif dalam menghadapi apapun bentuk musibah, termasuk kasus Pandemi Covid-19 dan erupsi Gunung Sinabung.

Hal itu dikatakan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH, saat menyalurkan bantuan sembako secara simbolis dari Gubsu Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen TNI Irwansyah, Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin kepada warga sembilan desa terdampak bencana vulkanik Sinabung, Sabtu (22/8/2020) di Posko Kantor Koramil 04/SE, Jalan Kiras Bangun, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo.

Turut hadir memberi arahan dan sambutan, Dandim 0205/TK Letkol Kav Yuli Eko Hardianto, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono, Sik, Ketua TP. PKK Kabupaten Karo, Ny Sariati Terkelin Brahmana, camat dan sejumlah OPD Pemkab Karo.

Dijelaskan Bupati, bantuan sosial dari Gubsu berupa sembako 3000 paket, Kapoldasu 2000 paket dan Pangdam I/BB 1000 paket. Jadi total semuanya 6000 paket. “Mudah mudahan bermanfaat dan dapat meringankan beban warga terdampak vulkanik Sinabung,” kata Terkelin Brahmana sembari mengingatkan warga tetap mematuhi protokol Covid-19.

Dalam pendistribusian sembako tersebut, Dandim 0205/TK Letkol Kav Yuli Eko Hardianto, juga mengingatkan, penyaluran bantuan yang diberikan kepada warga desa terdampak, semuanya sudah tercatat. “Namun bagi yang belum tercatat namanya sebagai penerima bantuan, nanti akan menyusul, artinya secara bergantian,” katanya.

Informasi ini perlu disampaikan dan diluruskan ketengah tengah warga. Jangan nanti ada dugaan atau anggapan yang mendapat bantuan hanya orang-orang tertentu. Namun demikian, seandainya ada warga yang mengeluh, ini tugas pemerintah di tingkat kecamatan dan pemerintahan desa yang menjelaskan, ucapnya.

Tertib penyaluran, maka diharapkan tidak ada lagi posko-posko liar, yang dapat menyebabkan keributan antara sesama warga satu desa, alasannya ada satu warga ganda menerima bantuan, di sisi lain ada yang tidak dapat sama sekali, endingnya bisa kita bayangkan akan menimbulkan polemik di tengah-tengah warga, kata Dansatgas Penanganan Bencana Sinabung itu.

“Untuk itu, di sinilah pentingnya keterbukaan pemerintah desa dan kecamatan dengan melakukan koordinasi secara terintegrasi dengan posko inti, supaya tidak ada posko liar yang membagikan bantuan,” tegas Eko Hardianto.

Penerima manfaat, sambung Dandim, sembilan desa, yakni Desa Gungpinto, Ndeskati, Kutambelin, Naman, Sukandebi, Sukatepu, Kebayaken, Kuta Gugung dan Kuta Rakyat, sebutnya.
Senada, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono Sik mengatakan, bantuan yang diberikan ini agar diberikan kepada yang berhak dengan tepat sasaran.
Ia meminta, menghadapi erupsi Gunung Sinabung, warga juga jangan apatisme.

Tunjukkan warga masih memiliki semangat gotong royong, ketika TNI/Polri dan Pemkab Karo turun ke desa untuk melakukan pembersihan abu vulkanik, jangan menganggap itu semua tugas tim dari pemerintah. Alhasil warga menjadi penonton dan menonton saja, sifat ini buang jauh-jauh. “Saatnya kita semua berlomba berbuat baik, saling peduli dan membantu,” ajak Kapolres. (RTA)

Sumber: https://harianandalas.com