Bupati Terkelin Brahmana didampingi aparat dari Polres Tanah Karo dan Dinas Pariwisata secara simbolis menyalurkan bantuan dari Kementerian Parekraf kepada masyarakat pekerja parekraf terdampak covid-19 di daerah itu.(andalas/robert tarigan)

Berastagi-andalas Bupati Kabupaten Karo, Terkelin Brahmana SH MH menyalurkan bantuan sebanyak 722 paket sembako dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) kepada masyarakat pekerja parekraf yang terdampak covid-19 di Kabupaten Karo, Selasa (07/07/2020) di halaman Gedung Kesenian Komplek Open Stage Taman Mejuah-Juah, Berastagi.

Bupati Karo menyampaikan, bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat terdampak oleh wabah Covid-19. Oleh sebab itu, di tengah kebijakan menuju new normal atau normal baru, pemerintah kembali melakukan pemulihan pariwisata, termasuk juga di Kabupaten Karo.

Pendistribusian paket sembako ini merupakan bentuk dari kerja sama dan sinergisitas kita dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19. "Tentunya melalui bantuan tersebut, merupakan bentuk dukungan kepada para pekerja Parekraf terdampak Covid-19 di Kabupaten Karo,"jelas Terkelin Brahmana.

Lebih jauh Terkelin Brahmana berharap dengan diberikannya bantuan ini dapat meringankan beban bagi pelaku wisata yang terdampak Covid-19. “Untuk itu Pemkab Karo tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkraf),” imbuhnya.

Menurut bupati, tahapan perdana penyaluran bantuan, dimulai hari ini 7 Juli 2020 dan berakhir tanggal 10 Juli 2020. Sementara perdana ini kita salurkan 230 paket kepada pelaku wisata sekitar Kota Berastagi. Dan selanjutnya menyusul di lokasi lain terhadap pelaku wisata akan disalurkan.

Jumlah keseluruhan bantuan sosial ini sebanyak 722 paket sembako akan dibagikan secara bertahap kepada penerima manfaat Parekraf terdampak Covid-19. "Untuk isi paket tersebut yang disalurkan berupa beras 5 kg, minyak 2 liter, tepung terigu 1 liter, gula 1 kg, mie telur 200gr 2 pcs, UMKM kentang mustofa 150 hr,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Karo menyampaikan, Pemkab Karo tengah menyusun skema untuk memulihkan kondisi pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19. Salah satunya dengan memulihkan kepercayaan para wisatawan, dan masyarakat agar keluar dari masalah yang ada.

Caranya, kita terus sosialisasikan dan menyuarakan disiplin protokol kesehatan dalam menuju fase new normal life. Inilah peran dari kita semua warga selaku pelaku wisata, tentu dari kita dulu disiplin tersebut sehingga wisatawan yang datang menjadi yakin, bahwa objek wisata yang ada di daerah kita aman untuk dikunjungi, ajak Terkelin Brahmana.

Dia juga meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) jajaran Pemkab Karo dan para pelaku wisata mematuhi protokol kesehatan sekaligus sebagai corong untuk menjadi contoh dan mensosialisasikan secara intens kepada masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

“Karena kita belum ada yang tahu kapan pandemi ini berakhir dan vaksin belum ditemukan. Kita harus mulai mempersiapkan segala sesuatunya,"katanya. Pantauan wartawan penyaluran itu dikawal aparat Polres Tanah Karo, Tim Gugus Tugas maupun Dinas Pariwisata. (RTA)

Sumber: http://harianandalas.com