Kabanjahe, Karosatuklik.com – Pemerintah Kabupaten Karo telah melaksanakan pencanangan vaksinasi sinovac dan penyuntikan tahap pertama secara serentak di 17 kecamatan diawali bagi pejabat unsur Forkopimda plus dan yang lainnya.

Pelaksanaan ini digelar Kamis siang (4/2/2021) di Jambur Pemerintah Kabupaten Karo, Kompleks Rumah Dinas Bupati Karo Jalan Veteran Kabanjahe.

Bupati Karo

Hal itu diungkapkan Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, MH melalui Kepala Dinas Kesehatan drg Irna Safrina Meliala, Mkes dengan menyebutkan daftar nama nama unsur Forkopimda yang disuntik tahap pertama vaksinasi sinovac.

Yakni pertama, Bupati karo Terkelin Brahmana, SH, MH, disusul Dandim 0205/TK Letkol Kav Yuli Eko Hadyanto, Kajari Karo Denny Ahmad, SH, MH, Wakil Ketua DPRD Karo Dapit Kristian Sitepu, Dansubdenpom I /2-1 Kapten Cpm Dwi Darsono, Asisten Administrasi Setdakab Karo Drs Mulianta Tarigan dan Kepala Dinas Kesehatan.

Usai penyuntikan vaksinasi sinovac, Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, pertama disuntik mengatakan tidak ada masalah, tidak berasa, semuanya berjalan normal, katanya.

Dandim

Demikian juga Dandim 0205/TK Letkol Kav Yuli Eko Hadyanto menyebutkan setelah usai menerima suntikan, tidak ada merasakan apa-apa dalam arti kata normal dan tetap fit, sebutnya. “Saya tidak merasakan efek apa apa, tidak ada rasa sakit, Alhamdulillah semuanya aman,” terangnya.

Kajari

  

Hal yang sama juga dikatakan Kajari Karo Denny Ahmad, SH, MH. Dia mengaku tidak merasakan efek apapun, semua berjalan normal-normal saja.

Kajari juga mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Karo agar tidak khawatir maupun takut disuntik vaksin covid-19 jenis sinovac. “Yang pastinya vaksin ini halal juga aman menurut BPOM. Dengan melakukan vaksinasi berarti kita turut membantu langkah mencegah penyebarluasan covid-19,” tutupnya.

Wakil Ketua DPRD Karo

Wakil Ketua DPRD Karo Dapit Kristian Sitepu juga menyebutkan tidak merasakan gejala apapun, biasa saja. Tidak ada yang aneh, sama seperti sebelum disuntik, biasa-biasa saja, ungkapnya.

Kabag Sumda Polres

Kabag Sumda Polres Tanah Karo, Kompol SP Anak Ampun, SH mengatakan hingga saat ini tidak ada keluhan. “Waktu disuntik tadi rasanya kayak digigit semut, begitu saja,” katanya.

Dirinya berharap, vaksinasi yang sementara berjalan ini bisa menjadi ikhtiar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Harapannya terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity, yaitu seseorang yang belum divaksin namun berada di kelompok sudah divaksin terlindungi dari penularan covid-19 ini,” katanya.

Dansubdenpom I/2-1

Masih pada kesempatan itu, Dansubdenpom I/2-1 Kapten Cpm Dwi Darsono, juga membenarkan dalam penyuntikan vaksinasi sinovac, stamina didalam tubuhnya belum ada perubahan, tetap seperti biasa dan berjalan normal, imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan

Senada, Kepala Dinas Kesehatan drg Irna Safrina Meliala, mengaku usai penyuntikan tidak ada merasakan efek vaksinasi sinovac yang sudah disuntikkan kedalam tubuh, mengingat saat penyuntikan berlangsung seolah olah tidak ada apa-apa. “Artinya semua proses sejak screaning hingga penyuntikan tetap berjalan normal, aman dan sehat,” tutur Irna.

“Untuk itu, kedepan bagi yang telah di vaksinasi tahap pertama ini maka 14 hari kedepannya, pihaknya akan mengundang kembali sesuai data yang telah tercatat dengan dilakukan vaksinasi sinovac tahap kedua,” katanya.

Tetap Patuhi 3M

Irna kembali mengingatkan, di tengah penularan Covid-19 yang semakin kritis, kehadiran vaksin memang menjadi angin segar dan harapan besar bagi masyarakat.

Namun, masyarakat tidak boleh lengah atau memandang acuh dengan adanya vaksin maka pandemi Covid-19 akan segera berakhir begitu saja. “Meskipun vaksinasi telah dilakukan, masyarakat tetap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan,” tutupnya. (R1)

Sumber : https://karosatuklik.com