Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, MH, Brigjen Pol Ricky Wakanno Ginting, Ketua INTI Sumatera Utara, Dr Indra Wahidin, Ketua Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba, tokoh Tionghoa Hansen Sinulingga, Dandim 0205/TK Letkol Kav Yuli Eko Hardianto, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo saat pembersihan Tugu Perjuangan di Berastagi. (karosatuklik.com/Robert Tarigan)

Berastagi, karosatuklik.com – Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, MH menyaksikan  tim pemadam kebakaran (Damkar-red) milik Pemkab Karo bersama perhimpunan  Indonesia Tionghoa (INTI) melakukan penyiraman dan pembersihan Tugu Perjuangan Berastagi dari debu vulkanik bekas erupsi Gunung Sinabung, Sabtu (29/8/2020).

Pembersihan tugu perjuangan yang bersejarah itu turut dihadiri, Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, MH, Brigjen Pol Ricky Wakanno Ginting, Ketua INTI Sumatera Utara, Dr Indra Wahidin, Ketua Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba, tokoh Tionghoa Hansen Sinulingga, Dandim 0205/TK Letkol Kav Yuli Eko Hardianto, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo, Josua Ginting, Kepala BNNK Karo AKBP Happy Surbakti, Kepala Dinas Kesehatan drg Irna Safrina Meliala, Kasat Pol PP Hendrik Philemon Tarigan, Kabag Humas dan  Protokoler Frans Leo Surbakti.

Sebelum penyiraman tugu perjuangan dilakukan oleh tim INTI berkolobarasi dengan Damkar, Bupati Karo Terkelin Brahmana menceritakan bahwa apa yang dilakukan oleh relawantTim Indonesia Tionghoa (INTI), sangat diapreisasi mengingat tugu perjuangan itu simbol betapa heroiknya para pejuang dan pahlawan bangsa dari Kabupaten Karo pada masa kolonialisme penjajahan Jepang dan Belanda. Pesan moralnya, jangan sekali sekali kita melupakan sejarah, kata Bupati.

Karena, tugu perjuangan di kota wisata Berastagi merupakan lambang pergerakan dan bukti patriotisme perjuangan pada zaman dulu, merebut dan mempertahankan NKRI yang dikenal dengan istilah perjuangan “Bumi Hangus,” imbuh Bupati.

Hal inilah yang menyebabkan, Presiden pertama RI, Bapak Proklamator Bung Karno dan Hatta menganugrahkan Makam Pahlawan di kota Kabanjahe selain di  kota Surabaya. “Artinya, Makam Pahlawan hanya ada dua di Indonesia, ini bukti sejarah yang harus diwarisi generasi muda Karo, kata Terkelin Brahmana.

Untuk itu, saya berterimakasih atas kepedulian komunitas INTI, pasca erupsi Gunung Sinabung banyak menyisakan abu vulkanik, sehingga tugu perjuangan dimandikan dan dibersihkan. Langkah ini sangat tepat, ditambah  semangat kerja dengan ikhlas sekaligus memberikan contoh bagi kita semua, ujarnya.

“Namun demikian, diharapkan protokol kesehatan tetap harus di ikuti dan dipatuhi, pakai masker tetap dijalankan agar permasalahan Covid-19 tidak semakin menyebar,” sebutnya.

Sementara Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Indra Wahidin menyebutkan, aksi bakti sosial ini, merupakan kumpulan orang Tionghoa yang tinggal di Jakarta, ingin berpartisipasi dalam meringankan beban masyarakat Karo, pasca erupsi Gunung Sinabung bersamaan masa pandemi Covid-19, tim INTI sepakat melakukan pembersihan Tugu Perjuangan ini, katanya.

Setelah itu, perhimpunan INTI akan menyerahkan sejumlah bantuan sembako kepada perwakilan masyarakat yang telah dikordinasikan sejak awal. “Usai penyiraman tugu perjuangan, kita lanjutkan penyerahan bantuan sembako,” ujar Indra Wahidin. (R1)

Sumber: https://karosatuklik.com