Bob Andika Mamana Sitepu SH anggota komisi V DPR RI dan Kepala Bappeda Kabupaten Karo Ir Nasib Sianturi MSi

Kabanjahe-andalas Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH mengakui anggaran APBN pada tahun 2019 senilai Rp43,6 miliar sejatinya dialokasikan ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PDAM Tirta Malem Kabanjahe, untuk perbaikan fasilitas di sejumlah titik PDAM Tirta Malem, sesuai perencanaan dan usulan Pemkab Karo ke pemerintah pusat.

Namun, sungguh disayangkan, saat pekerjaan ditenderkan, tidak dapat terealisasi akibat "gagal tender". Hal itu terungkap saat Bupati Karo Terkelin Brahmana, lewat zoom meeting diskusi “Mengurai benang kusut tata kelola air minum yang dikelola PDAM Tirta Malem” dengan kehadiran sejumlah pemangku kepentingan, tokoh masyarakat Karo, agama dan akademisi, Sabtu (27/6) pukul 21.00 WIB di ruang Karo Command Center, Kantor Bupati Karo, Jalan Letjen Djamin Ginting Kabanjahe.

Turut mendampingi Bupati Karo, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Karo, Dapat Kita Sinulingga, Kepala Bappeda Ir.Nasib Sianturi, Msi, Kadis PUPR Edward Pontianus Sinulingga, Kadis Perkim Paksa Tarigan ST, Plt Direktur PDAM Tirta Malem Jonara Tarigan, Kabag Ekonomi Rismawati Br Ginting, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Irma Sonya.

Menurut Terkelin Brahmana, sejak gagal tender, Pemkab Karo melalui Kepala Bappeda melakukan penjajakan dan kondirmasi kenapa di tahun 2019 alokasi APBN tersebut tidak terealisai. Seiring perjalanan, kita ketahui APBN yang tiba-tiba gagal itu menemui titik terang setelah Bob Andika Mamana Sitepu SH, anggota komisi V DPR RI tidak tinggal diam.

Sehingga dengan segala upaya Bob Andika Mamana Sitepu di Jakarta, akhirnya anggaran itu kembali akan turun ke Kabupaten Karo. "Tentu hal ini, Pemkab Karo apreisasi dan mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian dan kecintaannya kepada Bumi Turang Tanah Karo Simalem, dana APBN, tetap dilanjutkan untuk tahun 2021,"ungkap Terkelin Brahmana.

Peran Komisi V DPR RI

Sementara, Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi MSi membenarkan, sebelumnya Kementerian PUPR Dirjen Cipata Karya melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera telah melaksanakan tender kegiatan untuk pembangunan perpipaan SPAM IKK Merek untuk mendukung KSPN Danau Toba sebesar Rp 18,2 miliar.

"Pembangunan fasilitas ini, bertujuan diperuntukkan menyuplai pasokan air bersih untuk sembilan desa di wilayah Kabupaten Karo, ada lagi pembangunan IPA SPAM Kecamatan Merek senilai Rp 11,5 miliar dan Optimalisasi SPAM IKK Kabanjahe sebesar Rp13,9 milyar,"urai Kepala Bappeda Karo.

Sedangkan, pembangunan Optimalisasi IKK Kabanjahe akan difokuskan menata jaringan distribusi dan sambungan rumah air minum di kota Kabanjahe karena sebahagian besar pipa jaringan distribusi sudah expired. "Faktor ini membuat tingkat kerusakan dan kebocoran pipa cukup tinggi,"jelasnya.

Namun, setelah dilakukan penjajakan kembali, Nasib Sianturi mengaku bertemu dengan Fraksi PDIP Komisi V DPR RI Bob Andika Mamana Sitepu. "Pada pertemuan inilah kala itu, saya menuturkan bahwa ada dana APBN ke Kabupaten Karo terhambat (gagal tender), agar kembali digedor ke pihak terkait di pusat," ungkapnya.

Ditambahkan Nasib Sianturi, hasilnya cukup memuaskan, atas peran aktif Bob Andika Mamana Sitepu, mendesak pihak Kementerian PUPR, akhirnya alokasi APBN tahun 2019 yang tertunda akhirnya dilanjutkan ke tahun 2021 mendatang. (RTA)

Sumber: http://harianandalas.com